Dua hari terakhir berita duka datang berantai. Pertama, Kamis
(26/9) Ibunda Morenk meninggal dunia. Kemudian Jumat (27/9) Ibunda Mas Ahmad
Badawi, dan Dokter Mun’im Idris, ahli forensik yang biasa menjejak kasus
berdasarkan bukti-bukti forensik. Aku merasa, hidup itu tidak lama. Singkat.
Namun
yang pasti, dan semestinya dilakukan, tinggal hidup sebagai cara mengisi kosong waktu dengan mengabdi pada kemanusiaan. Sebagaimana
jalan kepadaNya sepanjang tarikan nafas, kata Rabiah Al Adawiyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar